Hari Minggu, 17 Juli 2011 mendatang, pukul 16.00 WIB, Grup Pencinta Lagu UNPAD dengan dirijen Abah Iwan Abdulrachman akan tampil di WEST JAVA WORLD MUSIC ETHNIC FESTIVAL 2011 di Monumen Perjuangan Jawa Barat. (Free tickets)

Event ini mempresentasikan semangat kearifan, kreativitas musikal dan kultural dari keragaman budaya Nusantara yang dipertemukan dengan pluralitas budaya di dunia, sehingga muncul peristiwa dari konsepsi global wisdom atau kearifan global.

Selain memperkenalkan keragaman budaya Jawa Barat ke tingkat Internasional yang diharapkan mampu sebagai salah satu daya tarik kepariwisataan di Jawa Barat, event ini bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan para seniman Jawa Barat. mengangkat dan menumbuhkan sikap toleransi terhadap pluralitas budaya dari setiap perbedaan, sehingga perbedaan dan keragaman musik dihargai sebagai suatu keindahan.

DETIK BANDUNG - West Java World Music Festival 2011 bakal digelar 16-17 Juli mendatang di Monumen Perjuangan Jabar (Monju) untuk kedua kalinya. Dari dua hari pelaksanaan, diharapkan mampu menyedot hingga 10 ribu penonton.

“Kitar menargetkan bisa datangkan penonton minimal 5 ribu per hari. Apalagi sekarang eventnya dilaksanakan sabtu-minggu, kalau tahun kemarin kan jumat-sabtu,” ujar Director Program West Java World Music Festival, Ismet Ruhimat.

Hal itu dikemukakan Ismet saat ditemui di Kantor Disparbud Jabar, Jalan RE Martadinata, Jumat (1/7/2011).

Ismet mengatakan, tahun lalu, event tersebut ditargetkan mampu menyedot penonton sekitar 2 ribu dalam kurun waktu dua hari. Namun, dalam pelaksanaannya ternyata didatangi lebih dari 6 ribu penonton.

“Tahun lalu dari target 2 ribu bisa sampai 6 ribu penonton. Ya, tahun sekarang minimal bisa 5 ribu per hari,” ungkapnya.

Salah satu daya tarik yang bakal menyedot pengunjung, sambung dia, adalah para musisi kelas dunia yang akan hadir. Selain itu, kehadiran Hendarso alias Asep Darso dan Bungsu Bandung diharapkan bisa membuat penonton antusias untuk datang.

“Darso dan Bungsu Bandung sudah jadi ikon Jabar yang bisa mendatangkan penonton dalam jumlah banyak. Seperti tahun kemarin, penampilan Darso membuat kegiatan sangat meriah,” jelasnya.

TEMPO Interaktif, Bandung - Festival musik dunia West Java World Music Festival kembali digelar di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Bandung, 16-17 Juli 2011. Puluhan musisi dari 4 benua bakal hadir memeriahkan acara.

Menurut Direktur Musik Festival, Ismet Ruchimat, festival ini menawarkan pengalaman budaya yang unik buat penontonnya. Panitia akan memadukan pertunjukan seniman lokal, nasional, dan internasional.

Musisi dunia yang akan hadir di antaranya saksofonis jazz Andrew Hiroshi Suzuki dari Jerman, pemain flute Patrick Shaw Iversen asal Norwegia, pemain jimbe Zakaria Kone dari Burkinafaso, serta pemain perkusi Mohar dan Ramli dari Malaysia. “Mereka akan datang ke Bandung mulai 9-10 Juli untuk latihan,” ujar pentolan kelompok musik Samba Sunda itu, Jumat, 1 Juli 2011.

Adapun penampil dari dalam negeri di antaranya Dwiki Dharmawan, Balawan dan grup barunya, serta Maribeth. Sedangkan musisi lokal antara lain Ozenk Percussion, Saung Angklung Udjo, Samba Sunda Junior, serta Darso. Selain itu juga digelar pertunjukan tradisional seperti ronggeng, benjang, dan lais dari Garut.

Panitia memasang dua panggung besar berukuran masing-masing 10 x 20 meter. Tata suaranya berkekuatan 60 ribu watt, sedangkan tata lampu mencapai 120 ribu watt. Dibanding festival perdana tahun lalu, kata Ismet, jumlah penampil tahun ini lebih banyak.

Adapun Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Barat Herdiwan berharap festival ini mengarah ke kelas dunia. Meski begitu, rencana festival itu masih dibayangi persoalan pedagang kaki lima. Setiap Ahad, sejak pagi hingga selewat tengah hari, arena acara biasanya dipakai berjualan pedagang pasar kaget Gasibu. “Masalah ini belum selesai dibahas dengan Dinas Perhubungan Kota Bandung,” ujarnya.