Masih tentang lagu Akar.

Lagu ini juga berbicara dan mengingatkan akan para penulis lagu yang namanya tenggelam. Hanya penyanyinya saja yang menonjol. Mereka hebat, mendapatkan tepuk tangan meriah. Sementara penulisnya kadang-kadang dilupakan orang. Sampai-sampai ada istilah “the singer but not the song”.


Tapi, sahabat Abah, Kuntoro Mangkusubroto, berpendapat lain. Ia justru mengatakan, “The song, NOT ONLY the singer.”

Ketika Dies Natalis ITB 2008, Kuntoro Mangkusubroto diminta bicara mengenai kesuksesannya dalam program BRR. Dia menjabarkan keseluruhan program, mulai dari laporan keuangan sampai sistem secara keseluruhan. Di situlah dia menunjukkan kebenaran ungkapan “The song, NOT ONLY the singer.” Dia sebagai the singer (Kepala BRR) tidak mungkin bisa sukses menjalankan program BRR tanpa the song (total sistem).

Ketika dia diminta memberi kuliah umum, membeberkan kesuksesan program BRR ini, kata-kata pertama yang dia sampaikan adalah, “Sebelum saya memulai topik pembicaraan, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya yang sedalam-dalamnya kepada Kang Iwan Abdulrachman, yang telah memberikan spirit kepada saya. Spirit dengan lagu-lagunya, dukungan morilnya, beberapa petuahnya.” Dan, semua orang pun melihat ke arah Abah. Padahal ini tidak ada hubungannya dengan tema BRR.

Juga, ketika dia menjadi Dirut PT Timah, dalam buku kecil yang berisi pedoman warga Timah, secara spesifik dia mengutip kata-kata Abah. Di situ dimuat: “Bukan matinya yang aku takutkan, tapi hidup yang terisi oleh kesia-siaan.” Dikutip dari lagu Detik Hidup.

Sepertinya, Kuntoro dan beberapa teman-teman lain sangat terinspirasi oleh Abah. Ketika Kuntoro masuk Wanadri usianya masih muda, Abah saat itu menjadi pelatihnya. Banyak sikap Abah dan kata-kata Abah yang menurutnya, menjadi keyakinan dia di bawah sadar.

Termasuk juga Hari Laksono, Dirut PT DI (Nurtanio). Malah Hari pernah bicara terbuka dalam sebuah forum pelatihan karyawan PT DI, “Keberuntungan bagi kalian ada Iwan ini, kata-katanya harus didengarkan. Saya sendiri terinspirasi oleh kata-kata, tingkah laku, dan sikap beliau.”