Iwan Abdulrachman yang lebih dikenal dengan panggilan Abah Iwan membuat pengakuan. Pengakuan yang jarang dilakukan sesamanya, para pencipta lagu. Pengakuan yang sebenarnya bisa jadi mempengaruhi kredibilitas. Tapi tidak untuk Abah.

Abah berbicara soal lagunya yang terkenal, Melati dari Jayagiri. Lagu yang tidak pernah kehilangan penggemarnya. Sejak pertama kali diciptakan dan dinyanyikan Abah pada 1968 di hadapan sahabatnya sesama pendaki gunung.

Lagu itu terus dinyanyikan penyanyi di Indoneisa termasuk kelompok Bimbo. Selain mencipta (menggubah – red) lagu, Abah iwan adalah salah satu personel kelompok musik legendaris dari kota Bandung itu. Dan Bimbo memang sering sekali menggunakan karya-karya Abah.

Lagu-lagu Iwan sebagian besar adalah hasil renungannya setelah melakukan perjalanan.

Ingat saja lagu Sejuta Kabut, 1000 Mil Lebih Sedepa, Mentari, dan Flamboyan.

Sama dengan lagu-lagu lainnya, lagu Melati dari Jayagiri tentu saja diciptakan setelah Abah Iwan melakukan perjalanan ke daerah yang tidak terlampau jauh dari Bandung itu. Sebagai anggota Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri, dia tentu saja sering ke daerah Jayagiri. Apalagi di masa lalu, kawasan Jayagiri dan sekitarnya adalah wilayah yang sangat menantang untuk dijelajahi. Dalam beberapa kali Pendidikan Dasar Wanadri, kawasan itu sering dijadikan tempat latihan.

Kawah Upas di Tangkuban Parahu yang tidak jauh dari Jayagiri malah pernah menjadi tempat pelantikan siswa-siswa Wanadri. Tapi apa benar ada bunga melati di Jayagiri?

Ini soalnya. ”Teman saya dari jurusan Biologi Universitas Padjadjaran Bandung pernah melakukan penelitian di Jayagiri. Hasil penelitiannya sama sekali tidak menemukan pohon melati. Menurutnya, lagu Melati dari Jayagiri itu tidak benar. Ya, itu pendapatnya,” ungkap Abah di tengah konser tunggalnya di Bentara Budaya Jakarta pekan lalu. Abah mengungkapkan soal hasil penelitian temannya mengenai pohon yang bunganya berwarna putih itu dengan santai.

Lalu mengapa pula Abah menggubah lagu Melati dari Jayagiri. Bukankah tidak ada melati di Jayagiri. ”Lagu itu hasil renungan Abah setelah banyak melakukan perjalanan ke berbagai gunung dan rimba termasuk bermain ke Jayagiri. Abah juga tidak menemukan melati di Jayagiri,” katanya.

Singkat kata, melati dalam lagu itu tidak merujuk pohon yang bunganya putih. Sama sekali tidak bicara soal melati bunganya menawan dan sebagian jenis melati lain bisa dijadikan campuran teh.

Melati juga bukan nama seorang perempuan. Melati Dari Jayagiri merupakan hasil perenungan Abah tentang alam bebas. ”Abah hanya ingin berbicara soal alam dengan hutannya. Silakan dengar lagi lagu itu baik-baik. Melati adalah lambang kebanggaan, keagungan dan keharuman,” katanya.

Melati dari Jayagiri…
Kuingat di malam itu
Kau beri daku senyum kedamaian
Mungkinkan akan tinggal kenangan
Jawabnya tertiup di angin lalu

Source: Suara Pembaruan Daily