Sekelompok mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, mengawali konser dengan atribut Grup Pencinta Lagu Universitas Padjadjaran (GPL UNPAD) dalam acara Dies Natalis Faultas Pertanian UNPAD, 23 September 1971. Namun aktivitas “mencintai dan bernyanyi bersama” telah dilakukan jauh sebelumnya, sejak 1965: di acara Mapram (masa perpeloncoan/ orientasi mahasiswa), di gunung, dalam lingkaran api unggun, di perkemahan, dan di setiap kesempatan “kumpul-kumpul”.

Karena bermula dari sekelompok mahasiswa pertanian, awalnya nama yang dipakai adalah GPL Fakultas Pertanian UNPAD. Akan tetapi setelah bergabungnya mahasiswa dari jurusan lain: Sastra, Hukum, Ekonomi, Psikologi, Publisistik dan Fakultas Kedokteran, maka nama yang disandang menjadi GPL UNPAD. Lalu, serangkaian pergelaran serta “tour show” pun dilaksanakan secara gencar. Sampai dengan tahun 2011, tercatat lebih dari 30 penampilan digelar GPL dalam berbagai peristiwa dan di berbagai gedung pertunjukan di Indonesia, termasuk muhibah ke Kampus AKABRI, Nanyang University Singapore, Institut Teknologi Mara dan University Kebangsaan Malaysia (UKM), Kuala Lumpur, Malaysia.

Bagi sekitar 40 orang anggota GPL yang – seusai rampung kuliah kemudian tersebar ke seantero penjuru dunia sesuai dengan medan pengabdiannya – tetap bisa berkumpul untuk latihan dan melaksanakan pementasan adalah peristiwa lua biasa langka dalam khazanah kesenian di Indonesia bahkan di dunia. Hal itu bisa terjadi tentu bukan karena alasan “gemar menyanyi” semata.

Nilai-nilai GPL: Kebersamaan dan Persaudaraan

Kegiatan GPL UNPAD

Personil GPL UNPAD