Renungan akhir tahun 2008

Hari Selasa, 30 Desember 2008, Gedung Kesenian UNPAD “Balai Budaya Padjadjaran” yang bertempat di Jl. Dipati Ukur, Bandung, resmi dibuka oleh Rektor Prof. Ganjar Kurnia.

Di malam perdananya, beliau mengundang Abah Iwan Abdulrachman untuk melakukan Konser Tunggal dengan tema “Renungan Akhir Tahun”.

“Gedung Kesenian UNPAD ini dibuka dengan Bismillah; Diharapkan memancarkan kebaikan,” Abah memulai konser tunggal.

Abah memberikan pesan-pesan melalui dentingan gitarnya dan makna yang tersirat dari 29 lagu gubahannya dan juga lagu-lagu yang telah menginspirasi Abah selama hidupnya.

Hal yang disampaikan oleh Abah yang sangat melekat dalam ingatan saya yaitu, Abah menekankan bahwa mahasiswa S1, atau tingkat dasar harus lah diajar oleh para Profesor. Tidak seharusnya anak S1 diajar oleh seorang Asisten.

Sekitar 40 tahun yang lalu, ketika Abah masih menjadi mahasiswa Fakultas Pertanian UNPAD, salah seorang Profesor dalam kuliahnya berpesan, “Ingat petani gurem, kalian sekolah untuk mereka juga.”

Profesor lainnya berkata, “AGRICULTURE feeds the world!”

Hanya profesor yang bisa berkata begitu. Dalam arti, seseorang yang telah mencapai level profesor pasti memiliki pemahaman yang luas dalam bidangnya sehingga bisa menyampaikan hal semacam itu.

Lagu terakhir yang dinyanyikan Abah malam itu adalah “Almamater”, yang dilagukan dengan nada yang sangat menyentuh. Di tengah-tengah lagu, bahkan Abah hampir tidak dapat bersuara karena menahan haru. (Dalam kesempatan ini, kata “Almamater” diganti dengan “Indonesia”)

Penulis: Nurjamila