Tulisan ini dibuat oleh Arief Safari, Direktur Sucofindo, atas apresiasinya terhadap Abah.

Abah Iwan ysh,

Alhamdulilah teman2 semua (batch 1 dan batch 2) senang dan puas dengan Camp Craft yg diselenggarakan bahkan Pak Razad keesokan harinya sms teman2 ingin berangkat lagi.

Terimakasih saya sampaikan atas nama manajemen Sucofindo atas renungan yg disampaikan Abah Iwan ke teman2, alhamdulilah saya melihat kerjasama tim sudah semakin baik dan rasa syukur tampak di muka teman2 peserta Camp Craft kemarin.  Mungkin terlalu dini untuk melakukan penilaian tapi insya Allah teman2 akan terus mengingat peristiwa di Gunung Kareumbi sebagai pengingat kebersamaan Sucofindo.

Saya sebagai generasi penerus merasa salut ke Abah dan teman2 Wanadri yang punya keteguhan terhadap prinsip kemanunggalan dengan alam dan selalu berupaya untuk melestarikannya.

Punten saya tidak dapat hadir di konser Abah malam Minggu nanti karena harus ke Kamboja namun perkenankan saya menyampaikan puisi penghargaan untuk Abah yang saya nilai sebagai pahlawan alam.  Semoga aura Abah selalu bersinar menyinari hati sanubari teman2 yang lain sehingga akan muncul Abah-Abah Iwan yang baru, amin.

Salam kanggo sadaya rerencangan di Wanadri wabil khusus Abah Ukok.

Wasalam, Arief Safari

KAU GORESKAN TINTA ITU

Kau Goreskan tinta itu,
Perlahan tapi pasti,
Penuh ketekunan,
Penuh penghayatan.

Kau goreskan tinta itu,
Bermandikan peluh,
Kadang bermandikan duka,
Namun engkau tetap ceria.

Kau goreskan tinta itu,
Dengan mata berbinar,
Berharap sesuatu akan bersinar,
Walau berabad kau tetap sabar.

Malu…malu….aku,
Kalau kulihat tingkahku,
Bagai anak kecil bermain,
Tak pernah hirau serantau.

Malu…malu…aku,
Bertepuk dada berbusung dada,
Salahkan situ salahkan sana,
Tak pantas aku berbuatnya.

Malu…malu…aku,
Belum peluh membasahi tubuh,
Belum pula hasil kugapai,
Sudah besar kepala terasa.

Wahai Pembuat Panji-panji Pertiwi,
Wahai Pengibar Panji-panji Pertiwi,
Kaulah yang layak bertepuk dada,
Kaulah yang layak berbusung dada.

Namun….namun….
Engkau tetap menundukkan kepala,
Engkau tetap bersahaja,
Seraya berkata: ITU KARYA KAMI BERSAMA.

Kau goreskan tinta itu,
Izinkan kami lanjutkan goresanmu,
Agar harum nama negeri ini,
Agar harum nama bangsa ini.