Kepada Yth Ibu Iwan Abd.

Assalamu alaikum wr wb.

Saya yang masih muda ini merasa sangat kaget dan merasa tersanjung yang sangat luar biasa setelah menerima SMS dari Ibu untuk memberi kesan tentang pribadi Abah Iwan Abd.

Ibu, kalau saya harus saya menulis lengkap tentang kesan pribadi Abah Iwan sepertinya saya tidak akan cukup 20 halaman, ini saya katakan yang sesungguhnya kepada Ibu. Namun apabila kami tulis terlalu panjang kami khawatir ibu akan bosan membaca tulisan saya, semoga saya bisa menulis yang pertama ini 1 (satu) halaman dulu ya Bu. Apabila Ibu berkenan saya akan sambung, saya siap menulisnya bila untuk Bapak, dan mohon maaf tulisannya tidak bagus, namun saya akan berusaha menulis yang terbaik untuk Bapak, bagi saya Bapak adalah sebagai guru, orang tua, senior, kaka, saudara, penasihat dan juga kawan seperjuangan.

Saya akan mencoba menulis kesan tentang pribadi Bapak ya Bu, sebagai berikut :

Saya memang bukanlah ahli seperti Bapak, saya sebagai tentara dan bapak seorang ahli di berbagai bidang ilmu yang memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh banyak orang. Kelebihan yang sangat menonjol secara umum semua masyarakat Indonesia tahu dan bahkan Internasional adalah sebagai pencipta lagu dan sekaligus penyanyi legendaris.

Saya sangat kagum dengan Bapak sejak awal mengenal beliau secara langsung saat itu saya berumur 21 Tahun (1985) dan pangkat saya saat itu Letnan Dua, dan sekarang saya sudah 44 tahun (2007) dan atas semangat yang pernah ditanamkan oleh seorang Pemimpin, ahli Geologi, pencipta lagu dan penyanyi legendaris, pencinta alam, petualang sejati dan juga seorang yang cinta tanah air sejati dari syair sebuah lagu.

Lagu itu adalah lagu “Mengheningkan Cipta”, berarti sudah kurang lebih 23 tahun semangat wajib membela dan cinta tanah air dari syair lagu Mengheningkan Cipta yang dinyanyikan saat acara api unggun di tengah malam di Cilodong oleh Bapak selalu tumbuh dan berkembang dalam hati saya hingga saat ini. Kala itu Abah berpakaian serba hitam dengan gitarnya dan duduk di kursi menghadap ke utara. (bersambung)….

KESAN TENTANG PRIBADI “ ABAH “

Komentar : Kalau ABAH, saat saya minta lagu untuk membuat lagu Mars GARUDA itu dalam waktu 5 menit langsung tercipta dan pak Suro juga demikian, saat Ibu SMS saat itu juga (5 menit) saya langsung menulis kesan tentang pribadi ABAH.

Hapunten pisan ieu BAH…..maaf please…, pak Suro sedang belajar menulis.

Sambungan……

Sejak saat itu juga saya sangat kagum dengan ABAH, waktu terus berjalan kebersamaan dalam berbagai kegiatan bahkan penyiapan tugas operasi batalion lintas udara 328/DIRGAHAYU. Saat itu beliau masih suka naik Land Rover buntung warna padang pasir kekuning-kuningan dan saat itu saya sangat banyak berguru kepada beliau khususnya “SURVIVAL dan ILMU MEDAN “.

Bahkan pernah pada suatu hari ada kegiatan penyiapan medan latihan di Gunung Salak bersama-sama memetik petai dan nanas dan membawanya dengan Land Rover dan banyak lagi cerita yang tidak bisa saya uraikan satu persatu. Bahkan beliau pada tahun 1988 pernah bersama-sama tugas di Timor-Timur dan hal ini juga yang memberi keyakinan kepada saya akan kecintaan dengan TNI, Tanah air dan Tuhan Yang Maha Esa serta cinta akan alam sangat luar biasa.

Demikian juga saat bersama-sama mendapat tugas untuk penyiapan ratusan SARJANA MASUK DESA untuk desa tertinggal yang diakhiri dengan kegiatan aplikasi lapangan di SITU LEMBANG, bahkan pernah sampai kurus badannya karena diporsir kegiatan saat itu. Hal ini juga yang menambah kagum saya kepada ABAH.

Dan demikian juga saat diminta bantuan untuk membuat lagu Mars GARUDA, dalam waktu 5 menit lagu itu segera dibuatnya, saya percaya semua itu karena ABAH sangatlah bangga dengan bangsanya, tanah airnya dan juga TNI nya.

Dari berbagai kebersamaan dan pengalaman bersama, saya sejujurnya bahwa panggilan kehormatan “ABAH “ sesungguhnya sangatlah tepat, karena sepanjang hidupnya berkarya, berkarya dan berkarya dan sebagai orang yang dituakan karena tinggi ilmunya dan pengalamannya yang sangat banyak dan patut diteladani oleh siapapun. Kesan tentang pribadi ABAH yang sangat saya kagumi ini diantaranya:

Beliau berilmu tinggi tetapi sangat sopan dan ramah kepada siapapun.

Beliau hebat namun sangat rendah hati.

Beliau adalah seorang pemimpin yang bijaksana.

Beliau seorang penggugah semangat dan cinta akan Tuhan, alam dan tanah air yang sangat luar biasa.

Beliau seorang yang sangat cinta dengan sedadunya/TNI.

Beliau juga seorang penjelajah yang kuat dan handal.

Beliau sangat akrab dan juga suka humor.

Dan seterusnya…….

Dan saking banyaknya kehebatan ABAH, saya ingin seperti ABAH.

Ijin BAH kalau pak Suro yang menilai, nilai ABAH itu sudah di atas seratus (100) mohon maaf kalau nilainya masih kurang.

Bagaimana caranya menjadi seperti ABAH Bu?

Apa resepnya?

Kami mohon diajari Bu, terima kasih sebelumnya.

Demikian yang saya tahu Bu, mohon maaf kalau kalau ada kata dan kalimat yang kurang berkenan di hati dan demikian juga kepada ABAH, mohon maaf BAH kalau ada kalimat yang yang tidak enak untuk dibaca, mohon dimaklumi pak Suro ya BAH. Semoga berkenan.

Mohon do’anya selalu untuk kami dengan seluruh pasukan yang sedang bertugas di Libanon supaya berhasil dan selamat dalam penugasan. Terima kasih.

“GARUDA”

Wassalam pak Suro.

Photo courtesy of blog.tempointeraktif.com