by Mohamad Sobary

SAMPAI hari ini, kelihatannya  belum ada suatu karya besar mengenai orang besar yang bisa melebihi kebesaran orang besar itu sendiri. Puisi, novel, drama, film, atau biografi intelektual dan sejarah yang ditulis berdasarkan kehidupan seorang tokoh besar, masing-masing memang bisa menjadi suatu karya monumental, dengan sanjungan “the most celebrated work” oleh berbagai media, oleh para ahli. Tapi karya seperti itu jarang–mungkin bahkan tak pernah–bisa melebihi kebesaran tokoh besar tersebut. Mungkin ini tergolong persoalan rumit yang tak mudah dijelaskan mengapa. Bila kita bertanya pada Abah Iwan, mungkin Abah akan cenderung memilih berkidung khusyuk dan lembut, “Jawabnya tertiup di angin lalu”. Kemudian alam pun mungkin senyap, sambil merasa sedikit  malu, karena seperti kita, alam pun boleh jadi tak punya jawabnya.

Selengkapnya>>