Hawa dingin yang menusuk tulang di sekitar Bumi Perkemahan Rancaupas, Ciwidey, Kab. Bandung, Sabtu (29/7/06) malam menjadi terasa hangat dengan kehadiran seniman pencinta lingkungan, Iwan Abdulrachman alias Abah Iwan. Pentolan Wanadri tersebut bernyanyi, bersenandung, serta bertutur untuk merayakan Hari Jadi ke-8 PJB (Paguyuban Jeep Bandung).

PJB adalah komunitas penggemar dan pengguna kendaraan penggerak 4 roda (four-wheel drive). Namun PJB juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Bahkan sebutan untuk para anggotanya (lebih dari 300 orang), sebagai punggawa lingkungan.

Paguyuban ini, juga langsung bereaksi saat berbagai bencana alam menimpa dan mendera sejumlah daerah di Indonesia. Selama sebulan, mereka berada di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) untuk membantu para korban gempa bumi dan tsunami. Hal yang sama dilakukan di Yogyakarta dan Jateng serta Pangandaran.

Tidak berlebihan jika Abah Iwan “angkat topi” terhadap PJB yang aktivitasnya menyentuh sisi-sisi kemanusiaan. Dihadapan sekira 150 punggawa PJB, nyala api unggun yang tidak terlalu besar serta kibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengawali rangkaian acara. Selanjutnya, Abah Iwan melantunkan beberapa lagu, sekaligus bertutur dan bercerita tentang pentingnya memiliki rasa peduli terhadap alam dan lingkungan.

Sesekali, disentil pula perilaku beberapa orang yang mengaku penggemar otomotif, namun tak memiliki rasa peduli sama sekali terhadap keberadaan dan pentingnya alam yang sehat. Abah Iwan mengaku merasa bangga jadi bagian dari pertemanan dengan para penggemar four-wheel ini, bahkan ia sendiri adalah pengguna dan penggemar kendaraan jenis tersebut.

“Dalam setiap kesempatan saya selalu mengingatkan, bahwa pohon atau rumput yang terinjak, terlewati atau diduduki adalah makhluk hidup. Sesekali perlu direnungkan, bahwa alam bukanlah benda mati. Kita sebagai manusia selayaknya mampu menimbang-nimbang perasaan saat akan berbuat sesuatu atau tengah mengendarai mobil,” tuturnya

Abah Iwan Abdulrachman tampil menghangatkan HUT ke-8 Paguyuban Jeep Bandung (PJB) di Bumi Perkemahan Rancaupas, Ciwidey, Sabtu (29/7)

Source: Pikiran Rakyat, Rabu, 2 Agustus 2006